Selasa, 01 Februari 2011

INDONESIA VS MALAYSIA DIJUAL PENGURUS TERAS PSSI

Beberap hari terakhir ini marak dengan pemberitaan bahwa hasil pertandingan final Piala AFF antara Malaysia dengan Indonesia yang diselenggarakan di stadion Bukit Jlil Malaysia merupakan pertandingan rekayasa, konon kabarnya pertandingan tersebut dibeli oleh bandar judi dari Malaysia dengan harga puluhan milyar rupiah.

Gosip ini sebenarnya hanya dari mulut kemulut bahwa Oknum PSSI menjual pertandingan tersebut ke bandar judi kelas kakap di Malaysia, namun dari beberapa sumber Tribunnews menyebukan bahwa muncul pengakuan dari seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen, pegawai pajak di lingkungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, yang menyampaikan surat terbuka melalui email kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sby@presiden.go.id.

Didalam surat tersebut Eli berbicara mengenai kekecewaannya terhadap ketidak beresannya hasil pertandingan antara Malaysia dengan Indonesia, dimana Indonesia yang sebelumnya mengalahkan Malaysia dengan skor telak 5-1 dan tiba-tiba Indonesia mengakuai kekalahannya dengan Malysia dengan skor 3-0, sementara hasil kekalaham team Indonesia merupakan kekalahan yang sudah di atur sebelumnya.

Berikut adalah isi surat kaleng yang ditulis oleh Eli Cohen yang disampaikan kepada Presden, Menpora, KONI dan DPR

Kepada Yth.
Bapak Susilo Bambang Yudhoyno
Presiden Republik Indonesia
Di Jakarta

Dengan Hormat,

Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak di lingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.

Minggu ini saya membaca majalah Tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya). Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu … (inisial yang ditulis Eli Cohen kami potong –red). Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat di kamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres …. (kelanjutan kami potong –red).

Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.

Semoga Tuhan memberkati Negara ini.

Hormat Kami,

Eli Cohen
Pegawai Pajak

Tembusan
1. Menteri Olah Raga
2. Ketua KPK
3. Ketua DPR
4. Ketua KONI

Nah apakah isi surat kaleng ini benar atau tidak, untuk membuktikan merupakan tugas aparat penegak hukum yang berwenang untuk menyelidikinya, agar tidak terjadi kesimpangsiuran karena ini mengangkut harkat dan martabat bangsa dan juag mental para pemain, kita doakan semoga misteri ini segera terungkap.


0 comments:

Posting Komentar